JAKARTA, IAINews – Menindaklanjuti diresmikannya UU No 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia melakukan sejumlah penyesuaian.
Penyesuaian itu perlu dilakukan, mengingat sejumlah tugas dan fungsi IAI sebagai organisasi profesi telah diambil kembali oleh pemerintah.
Untuk itu IAI telah menyiapkan platform PharmaCareer dalam aplikasi SIAp (Sistem Informasi Apoteker) untuk memenuhi kebutuhan lowongan pekerjaan.
PharmaCareer memberikan pelayanan baik dari sisi job seeker (pencari kerja) maupun job creator (pemberi kerja)
Dalam peresmian platform PharmaCareer yang dilakukan di Hotel Double Tree Jakarta Kemayoran, Jumat, 8 Maret lalu, Ketua Umum PP IAI, apt Noffendri S.Si mengungkapkan sedikit sejarah SIAp dan perkembangannya hingga kini.
Dalam kesempatan itu hadir secara luring Direktur Eksekutif GP Farmasi, Elviano Rizaldi, Sekretaris Eksekutif GP Jamu dan Obat Tradisional, Marlina Irawati, perwakilan dari perusahaan dan rekanan berbagai kegiatan seperti Kimia Farma Apotek, Hexpharm, Swibe Rx, Phapros, Danone, Soho, Sakafarma, Kalbe Farma, MIMS, Bintang Tujuh, Dexa Medika, Konimex dan masih banyak lagi.
Sementara secara daring hadir perwakilan dari Asosiasi Rumah Sakit Daerah Indonesia, PERSI, Dekan, Kaprodi dan Kepala Sekolah Perguruan Tinggi Farmasi di seluruh Indonesia, Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang IAI di seluruh Indonesia, Himpunan Seminat dan Perhimpunan.
Hadir pula secara daring para ketua umum organisasi profesi kesehatan lain, yaitu IDI, IBI, PDGI dan PPNI yang selama ini menjalin hubungan erat dengan IAI.
Menurut Noffendri, aplikasi SiAp dibangun dengan tujuan menstandarkan pelayanan apoteker dari Aceh hingga Papua.
‘’Karena IAI adalah ogansiasi yang bersifat sosial, tidak seperti pemerintah yang sudah memiliki standar pelayanan tertentu,’’ ungkap Noffendri
‘’Saat itu, pelayanan anggota masih dilakukan secara manuai, sehingga membutuhkan energi dan waktu yang cukup melelahkan. Baik bagi pengurus maupun anggota,’’ kenang Noffendri.
‘’Pak Nurul (apt Nurul Falah Edy Pariang, Ketum PP IAI 2014 – 2018, 2018 – 2022-red) di awal kepemimpinan periode 2 menggagas adanya pelayanan anggota secara elektronik,’’ tuturnya.
‘’Maka mulailah disiapkan platformnya, melalui kontestasi dari berbagai PD (Pengurus Dareah) dan akhirnya terpilih inovasi dari PD IAI Jawa Barat yang kemudian dikembangkan menjadi SIAp,’’ tutur Noffendri.
‘’Dengan sistem ini pelayanan anggota menjadi tersantadar, tidak berdasar mood pengurus, baik pengurusan SKP, rekomendasi dan perpanjangan setifiktat kompetensi, dirasakan secara merata, tidak ada lagi penundaan,’’ jelas Noffendri.
‘’Diresmikan sejak awal tahun 2020, saat ini pengguna aplikasi SIAp sudah mencapai 95.000, atau 95 persen dari total anggota IAI yang saat ini mencapai 100.000 apoteker,’’ tutur Noffendri.
Belum lagi adanya lulusan apoteker baru, yang setiap tahun bertambah sekitar 13.000 apoteker yang lulus dalam 2 periode yakni antara Maret-Aptil dan Juli-Agustus.
‘’Paska UU No 17 tahun 2023 tentang Kesehatan, IAI kemudian berpikir keras bagaimana agar bisa membantu apoteker baik anggota lama maupun baru agar mudah mencari pekerjaan,’’ papar Noffendri.
‘’Hari ini melalui platform PharmaCaree, kami mempertemukan anggtota IAI dengan para penyedia lowongan kerja. PharmaCareer adalah platform pertama khusus lowongan kerja apoteker,’’ tegas Noffendri.
Hasil Keliling Indonesia
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, apt Drs Iswanto, Direkrut Pharma Tekno Solusi (PharmaQ) penyelenggara aplikasi SIAp mengatakan, platform Pharmacareer ini merupakan ide dari Ketua Umum PP IAI, apt Noffendri, S.Si.
Setiap kali menghadiri kegiatan yang diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia, terutama pengambilan sumpah apoteker baru, Noffendri selalu mendapat pertanyaan dari para apoteker baru, bagaimana masuk ke dunia kerja, yang merupakan hal baru bagi mereka.
‘’Saat ini memang sudah banyak banyak platform penyedia lowongan kerja. Dari ide tersebut, kita coba diskusikan, bagaimana agar IAI dapat selalu terlibat dan membantu seluruh anggota IAI untuk dapat mengembangkan karirnya atau bekerja di suatu instansi yang cocok,’’ terang Iswanto.
Dari sana kemudian diformulasikan, satu platform yang dapat mempertamukan para job seeker dengan para job creator, yaitu PharmaCareer.
‘’Saat ini aplikasi SIAp, dimana platform PharmaCareer berada sudah beranggotakan 95.000 apoteker, sehingga para mitra perusahaan akan bisa mendapatkan kualifikasi apapun yang dibutuhkan,’’ tegas Iswanto.
‘’PhamaCareer siap menjadi market place yang mempertemukan pasar besar farmasi, para mitra perusahaan sebagai job creator dengan para apoteker sebagai job seeker, dengan berbagai kualifikasi sesuai yang dibutuhkan,’’ terang Iswanto.
Penambahan 13.000 apoteker baru setiap tahun, juga siap menjadi anggota atau member platform PharmaCareee ini.
‘’PharmaCareer adalah potensi yang luar biasa. Para job seeker akan dapat menemukan apoteker dengan kualifikasi apapun yang dibutuhkan,’’ papar Iswanto.
Pengembangan
Menurut Iswanto, kedepan PharmaCareer tidak hanya akan menyediakan tenaga apoteker, tetapi juga akan mengembangkan kerja sama dengan organisasi profesi kesehatan lain, seperti IDI, IBI, PDGI dan PPNI.
‘’Daripada mengembangkan platform sendiri, akan lebih baik menjadi satu, sehingga dapat menyediakan seluruh kebutuhan tenaga kesehatan terbaik,’’ ungkap Iswanto.
Sehingga ke depan, anggota PhamraCareer tidak hanya apoteker, tetapi juga tenaga kesehatan lain.
Selain itu, PharmaCareer juga sudah mengembangkan program pemasangan iklan dari produk-produk milik mitra.
Selain itu, PharmaCareer juga memiliki fitur model pengembangan Pendidikan berkelanjutan, sehingga akan semakin menarik.
‘’Dengan slogan Navigating Your Career, kami berharap PharmaCareer menjadi pilihan untuk menjadi salah satu upaya mencari bakat terbaik bagi apoteker,’’ tandas Iswanto.***



















