DI balik aromanya yang khas dan teksturnya yang renyah, seledri (Apium graveolens L.) menyimpan kandungan gizi yang mendapat perhatian ahli gizi: rendah kalori, kaya air, serat, antioksidan, vitamin K, kalium, serta senyawa apigenin dan 3-N-butylphthalide.
Kombinasi itu menjadikan seledri bahan pangan fungsional yang dapat membantu mengendalikan tekanan darah, kolesterol, dan kesehatan jantung bila dikonsumsi sebagai bagian pola makan seimbang.
Bukan Sekadar Pelengkap
Secara morfologi, daun seledri berbentuk majemuk menyirip ganjil dengan 3–7 anak daun per tangkai, tepi bergerigi, ujung runcing, dan tangkai panjang berdaging berwarna hijau keputihan yang membentuk pelepah.
Helai daun berukuran 2–7,5 cm, tumbuh dalam susunan roset akar, serta mengeluarkan aroma khas.
Detail botani ini penting untuk membedakan seledri segar berkualitas—daun hijau mengilap, tidak layu, dan utuh—dari produk yang sudah menurun mutunya.
Dukungan Untuk Tekanan Darah Dan Jantung
Kalium dan apigenin dalam seledri berperan melebarkan pembuluh darah, efek yang dapat membantu menurunkan tekanan darah pada individu hipertensi.
Sementara 3-N-butylphthalide dan antioksidan flavonoid berpotensi menekan kolesterol jahat (LDL) serta melindungi sel dari stres oksidatif.
Manfaat ini bersifat pendukung; pasien hipertensi atau dislipidemia tetap memerlukan pengobatan dan pemantauan dokter.
Manfaat Lain Yang Terukur
Serat dan kadar air tinggi seledri membantu mencegah sembelit dan melindungi lambung; efek diuretik alaminya mendukung ekskresi urine untuk detoksifikasi ringan.
Vitamin K berperan dalam pembekuan darah dan kepadatan tulang. Ekstrak daun juga terbukti pada studi awal membantu menurunkan glukosa darah, meski bukan pengganti terapi diabetes.
Kandungan mikronutriennya turut berkontribusi bagi kesehatan mata dan pembuluh darah.
Cara Aman Memaksimalkan Manfaat
Ahli gizi menyarankan mengonsumsi seledri utuh—mentah sebagai salad, lalap, atau jus yang dipadukan mentimun/apel—untuk mempertahankan serat.
Rebus singkat atau tumis cepat lebih baik daripada pemasakan lama yang mengurangi senyawa bioaktif.
Perlu kehati-hatian pada pengguna obat pengencer darah (karena vitamin K) dan pengidap alergi Apiaceae; konsultasikan ke dokter bila ada kondisi khusus.
Dengan kalori minimal dan profil nutrisi padat, seledri layak masuk menu harian. Seperti semua klaim pangan sehat, manfaat optimal diperoleh dari pola makan beragam, bukan dari satu bahan tunggal.***













