Mamuju, IAINews – Memasuki usia ke-25 tahun, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Momentum peringatan tersebut ditandai dengan penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik (FKP) bertema “25 Tahun BPOM Membangun Layanan Publik Berkelanjutan dalam Mengawal Kualitas Obat dan Makanan Menuju Indonesia Emas 2045” di Aula Kantor Balai POM Mamuju, Selasa (10/2/2025).
Forum ini menghadirkan unsur regulator, akademisi, pelaku usaha, serta organisasi profesi, di antaranya Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Dalam diskusi tersebut, berbagai capaian BPOM selama seperempat abad terakhir dipaparkan sebagai bagian dari refleksi dan evaluasi kinerja lembaga.
Sejak berdiri sebagai lembaga pemerintah nonkementerian, BPOM memiliki peran strategis dalam menjamin keamanan, mutu, dan khasiat obat serta keamanan pangan yang beredar di Indonesia.
Kepala Balai POM di Mamuju, Burhan Sidobejo, SH., MH., menyampaikan bahwa tantangan pengawasan kini semakin kompleks, terutama di era digital. Peredaran obat dan pangan melalui platform daring, maraknya produk ilegal, serta meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap layanan yang cepat dan transparan menjadi tantangan yang harus direspons dengan inovasi berkelanjutan.
“Selama 25 tahun, BPOM tidak hanya berfungsi sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pelayan publik. Transformasi digital menjadi salah satu kunci untuk mempercepat proses registrasi produk, pengaduan masyarakat, hingga keterbukaan informasi,” ujarnya.

Diskusi juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat sistem pengawasan. Akademisi menilai pengawasan obat dan makanan tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan edukasi masyarakat serta kepatuhan pelaku usaha terhadap regulasi yang berlaku.
Selain itu, penguatan literasi masyarakat menjadi agenda penting. Masyarakat diharapkan semakin cerdas dalam memilih produk yang memiliki izin edar resmi serta tidak mudah tergiur promosi yang menyesatkan, khususnya di media sosial.
Dalam refleksi 25 tahun pengabdiannya, BPOM dinilai telah mengalami transformasi signifikan, mulai dari sistem registrasi manual menuju layanan elektronik, penguatan laboratorium pengujian, hingga peningkatan transparansi informasi publik.
Ke depan, BPOM berkomitmen memperkuat pengawasan berbasis risiko, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memperluas sinergi dengan pemerintah daerah, organisasi profesi, dan masyarakat. (TMN)



















