Sibolga IAINews — Kehadiran Relawan Apoteker Tanggap Bencana (ATB) bersama Tim Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Sumatera Utara menjadi harapan baru bagi warga terdampak banjir bandang di wilayah Tapanuli. Pelayanan kesehatan yang dibuka di Posko Pengungsian Aek Ngadol, Sitinjak, Batang Toru diserbu warga pengungsi maupun relawan yang membutuhkan pengobatan.
Sejak pagi, antrean warga tampak memadati posko. Keluhan gatal-gatal, infeksi kulit, gangguan pernapasan, hingga kelelahan fisik menjadi masalah kesehatan yang paling banyak dijumpai. Tidak hanya warga pengungsi, para relawan kemanusiaan yang bertugas di lapangan juga memanfaatkan layanan tersebut untuk menjaga kondisi kesehatan mereka.

Perjalanan tim ATB dari Sibolga, Tapanuli Tengah, hingga Tapanuli Selatan menyisakan duka mendalam. Sepanjang perjalanan, puing-puing kayu masih berserakan, menjadi saksi dahsyatnya banjir bandang yang melanda beberapa pekan lalu. Banyak rumah warga hanyut tanpa bekas, sementara sebagian lainnya masih berdiri namun tak lagi layak dihuni.
Salah satu wilayah yang paling menyayat hati para relawan adalah Desa Garoga. Desa ini dikategorikan sebagai salah satu daerah yang nyaris habis tersapu banjir bandang. Hampir tak terlihat lagi jejak kehidupan seperti sebelum bencana datang.
Ketua PC IAI Kota Sibolga, apt. Tafnan, yang turut menjadi bagian dari relawan ATB, mengungkapkan kondisi Desa Garoga sangat memprihatinkan. Ia menyebutkan bahwa hingga kedatangan tim ATB di lokasi, salah seorang sejawat mereka, apt. Indra Sakti, belum juga berhasil dijumpai.
“Bekas rumah beliau sudah tidak tampak lagi. Lokasinya kini dipenuhi kayu-kayu besar dan material banjir. Tidak terlihat lagi bangunan yang dulu berdiri di pinggir jalan,” ujar apt. Tafnan dengan nada sedih.
Ia juga menambahkan bahwa wilayah Garoga merupakan salah satu daerah dengan jumlah korban meninggal dunia yang cukup banyak akibat banjir bandang tersebut.

Pembukaan posko pelayanan kesehatan oleh ATB di Posko Pengungsian Aek Ngadol, Batang Toru mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah setempat dan warga pengungsi. Seorang petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Selatan menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran relawan ATB yang bersedia membuka layanan kesehatan di lokasi tersebut.
“Kami sangat terbantu. Kehadiran ATB benar-benar mengisi kekosongan layanan kesehatan di posko ini,” ujarnya.
Antusiasme serupa juga datang dari warga pengungsi. Sinar, salah seorang pengungsi asal Desa Garoga, mengungkapkan bahwa selama ini posko mereka tidak memiliki pelayanan kesehatan.
“Pelayanan kesehatan adanya di Batang Toru. Kalau kami ingin berobat, harus berjalan sangat jauh. Kehadiran ATB di sini sangat kami syukuri,” tuturnya.

Selain warga terdampak banjir, sejumlah relawan dari anggota Brimob yang bertugas di wilayah tersebut juga memanfaatkan layanan kesehatan ATB. Keluhan penyakit kulit, kelelahan, dan kebutuhan obat-obatan ringan membuat keberadaan relawan apoteker menjadi sangat vital.
Melalui pelayanan kesehatan ini, ATB kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat terdampak bencana, memastikan akses obat dan pelayanan kefarmasian tetap tersedia bagi siapa pun yang membutuhkan.
(TMN)



















